NIRMANA DWI MATRA
Dosen : Drs. Tjahjo
- Nir = Tidak
- Mana = Arti
- Nirmana = Tidak ada arti
- Dwimatra = Dua Dimensi
Berkarya dengan dua dimensi yang tidak ada artinya tapi tujuannya untuk mengapresiasikan perasaan. Perasaan yang haqiqi, inilah yang disiapkan dan diungkapkan melalui perasaan.
- Unsur-unsur yang bisa dilihat (elemen visual).
- Menikmati dengan rasa.
- Jangan ada pertanyaan “ini gambar apa ?”
- dalam kehidupan kita terlibaat dalam 3 hal yaitu : Fikiran, Rasa, Aturan. Dari tiga hal tadi tujuannya adalah untuk dapat hidup bahagia.
- Kunci dari semua itu adalah percaya diri.
- Saat belajar seni rupa intinya harus merasa nyaman, kalau tidak merasa nyaman maka berhentilah.
Proses komunikasi ;
Komunitor/penyampai → Media 1 → Pesan → Media 2 → Komunikan/penerima → perubahan (+/-). Perubahan biasanya tidak langsung kelihatan, tapi minimal suatu peruhbahan itu harus ada masuk dalam fikiran.
Elemen Visual:
- Titik/Noktah/Dot.
- Warna.
- Tekstur.
- Bidang/shape.
- Garis.
Titik/noktah/dot. Adalah konsep dalam fikiran, sebenarnya tidak ada. Tapi akan ada bila dinyatakan/diwujudkan. Kalau salah dalam mewujudkan, maka akn ada dua kemungkinan. 1. Salah dalam memahami, 2. Tidak tahu sama sekali. Besar titik sangat tergantung dengan proporsi lingkungannya. Awalnya titik adalah sebuah konsep yang tidak dapat dilihat. Titik sebuah konsep keberadaan beru dapat diindra setelah dinyatakan dan diwujudkan. Sebagai sebuah benda, titik pestilah memiliki wujud. Titik sebagai konsep memiliki sifat “tidak memiliki dimensi”. Titik dapat menciptakan garis dan arah horizontal, verikan, diagonal, diametral (saling bertabrakan). Sederetan titik dapat mencitrakan ilusi didang dan volume, tujuannya adalah bagaimana desaen itu bisa terbaca. Irama adalah satu kesatuan kesan yang ditimbulkan karena ada keteraturan elemen. Repetisi adalah kesatuan yang diulang-ulangi. Gradasi bisa disebut juga “flowing”.
Prinsip disain/struktur desaen :
- Unity/kesatuan.
- Balance/keseimbangan.
- Point of interest.
- Rithme.
- Harmony/keselarasan.
- Kontras.
- Discart.
Nirmana dwi amtra (kamis, 17 september 2011)
Elemen Visual, Variabel Disain
- Hubungan antara produk yang dapat memberi kepuasan batin.
- Loncatan imajinasi dari kenyataan sekarang terhadap kemungkinan yang akan datang. Seberapa banyak itu tergantung pada imajinasi anda.
Unity/Kesatuan
Kehadiran kesan keberadaan antara elemen visual seolah-olah saling memilikiantara satu dengan yang lainnya sehingga disain memiliki tingkat keberadaan yang baik.
Unity dapat dilakukan dengan cara :
1. Repetisi (bentuk diulang-ulang).
2. Mengelompkkan bentuk.
3. Kontinuitas gerak pandang (memiliki arah gerak).
Unity dengan variasi
1. Ukuran.
2. Warna.
3. Kepadatan.
4. Focal point/emphasis/point of interest.
Secara umum focal point terjadi apabila dalam satu disain ada sesuatu yang berdeda.
Cara membuat Focal Point.
• Karena kontras.
• Karena isolasi.
• Karena penempatan.
5. Balance/keseimbangan
Jenis balance :
• Symetri.
• Asymetri. Yaitu ;
Warna.
Rekstur.
Kepadatan.
Posisi.
Space.
Arah pandang.
• Critagolographic/kaladoskopis.
• Balance through crossing = membuat lane dengan cara memindahkan ke sebalahnya.
6. Rhitme/irama
Satu kesatuan impresikrena adanya pengulangan elemen visual.
Problem Rhitme :
• Repetisi/pengulangan.
• Alternatif/selang-selang.
• Gradasi (perubahan bentuk).
• Flowing (perubahan ukurang).
7. Proporsi/perbandingan
Perbandingan antara bagian dengan bagian dengan bagian, dengan keseluruhan gambar dan gambar dengan bidang gambar.
Nirmana dwi matra (kamis, 22 septembar 2011)
- Apapun elemennya harus memberikan kepuasan.
- Loncatan imajinasi daari kenyataan sekarang menuju kemungkinan yang akan datang.
- Dalam berdisain harus ada kepuasan dan memberikan nilai baru .
- Prinsip disain harus harus digunakan selama belajar dan berkarya di seni rupa, karena ini tidak ada akhirnya.
- Prinsip disain adalah pedoman dalam hal apapun.
- Dalam diisain jangan sampai kesalahan, kalaupun ada satu kecelakaan maka itu harus dibikin sesedemikian rupa agar kecelakaan itu menjadi sebuah disain atau dibikin tidak kelihatan.
- Sebagaimanapun diatur jangan sampai ada kesalahan.
- Konsep garis :
• Secara konseptual, sebuah garis terjadi karena adanya sebuah titik-titik yang bergerak dalam ruang dari satu posisi ke posisi yang lain, oleh karena itu garis selalu mempunyai arah.
• Garis mempunyai panjang, arah dan posisi.
• Garis dapat menunjukkan batas wujud ataupun bidang (shape or plane) atau batas.
• Garis lengkung yang diulang (garis restless/grace).
• Garis dapat memberi ilusi kedalaman/ruang, dimensi dan gerak.
• Typografi (deretan huruf).
• Garis terbagi dua yaitu garis lurus dan lengkung.
• Kenyataan itu bukan apa yang kita lihat, tapi adalah apa yang kita fikirkan.
Kamis, 29 september 2011
- Sesibuk apapun manusia pasti memiliki waktu untuk merenung, maka gunakanlah waktu tadi untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
- Empty is by designe. Kekosongan adalah kerena disain.
- Dirmana dilatih untuk melatih mata secara visual.
Bentuk jenis bidang
- Jenis bentuk bidang ada dua, yakni bidang dengan bentuk geometris dan bidang dengan dengan bentuk biomorphic.
- Bidang geometris adalah bidang yang bentuknnya tertentu dan terukur.
- Bidang biomorphic adalah bidang yang bentuknya bebas, mempunyai bentuk zat hidup dan tidak teratur.
Shape = plane
Biomorphic = grapik yang hidup
Bentuk geometri murni bidang yaitu; segitiga, kotak, dan bulat.
Pengembangan bentuk bidang dengan menambahkan atau menggabungkan antara bidang yang satu dengan bidang yang lain.
Bentuk bidang biomorphic adalah tidak rata.
Bobot visual bidang
- Bobot visual bidang terjadi karena:
• Tebal tipisnya outline.
• Intensitas warna.
• Desnity/kepadatan texture yang bisa dibuat karena garis antar titik.
o Kalau garis yang menyambung antara ujung dengan ujung yang lain maka itu disebut dengan bidang.
o Bidang punya dimensi panjang dan lebar juga mempunyai arah.
o Arah pada bidang dapat memberikan kesan ruang.
Kamis, 6 Oktober 2011
- Desaen berangkat dari fikiran kita, kalau tidak jelas maka karyanyapun akan tidak jelas.
WARNA
- Yang paling penting dalam warna adalah bagaimana warna warna itu dan bagaimana memainkannya.
Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peranan sebagai sarana untuk mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate, dentity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Hanry Fuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksug dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna yang digunakan Traffig Light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap, dan untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mempu memberikan inspirasi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan inspirasi mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan Oleh j.Linschoten oleh Drs. Mansqur tentang warna sebagai
- Warna bisa digunakan sebagai sandi politik.
- Warna bisa menciptakan tempat dan daerah.
- Jepaang pasti memilih warna yang cerah.
- Belanda = kecoklatan.
- Jakarta = kebiruan.
- Warna menjadi ciri khas, dan selera daerah tertentu.
- Warna memunyai gelombang cahaya yang berbeda.
- Warna akan memperngaruhi pandangan orang.
- Eropa pada musim dingin akan banyak memakai warna orange arna akan dapat membuat cahaya.
- Impresi = kesan.
- Semua warna akan menimbulkan kesan.
- Kalau lagi sedih pakai warna biru, hitam karena akan menciptakan kesan yang dalam.
- Warna hitam akan memberikan kesan kuat dan kokoh.
- Warna memperngaruhi perilaku.
berikut Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna iitu mempengaruhi kelakuan. Memegang peranan penting dalam penilayan estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.........
Dari pengamatan diatas dapat dijelaskan bahwa warna selain hanya dapat dilihat dengan mata ...........
Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mempu memberikan kesan pada seseorang sbb ;
1. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinyamenjadi untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam emosi).
2. Putih, sebagai warna yang paling ternag. Melambangkan cahaya dan kesucian.
3. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
4. Merah, bersifat menakutkan, eksponsif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
5. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya momentum atau mengesankan sesuatu.
6. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesandalamnya sesuatu (diedipte). Sifat yang tak terhingga dalam transeden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
7. Hijau mempunyai sifat keseimbangan dan selaras membangkitkan ketenangan dan tempat menimbulkan daya-dara baru.
warna menjadi 3 hal :
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menampilkan nama dari suatu warna menjadi merah, biru, hijau, dsb.
2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya dalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
3. Intensity, seringkali disebut chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau seragamnya warna.
- Warna ada yang padat dan ada yang kusam, padat adalah kuat.
Warna/colour.
- Hue/ nama warna.
- Intensitas.
- Warna = primer, secunder, tersier.
- Six standar colour.
- Warna complomenter dan warna analogous.
- Perpaduan warna dalam skema brewster yang posisinya saling berdekatan.
- Didalam memadukan warna komplomenter jangan di dalam kesatuan bidang yang sama.
- Jangan tanyakan dari mana ia, tapi tanyakanlah kemana ia. Ini adalah konsep mencari teman di dalam hidup.
- Warna analogous adalah warna yang senada, sedangkan komplomenter adalah wanra yang berlawanan.
TUGAS UNTUK WARNA
- WARNA PRIMER (TITIK, GARIS, BIDANG)
- WARNA SECONDAIR (TITIK, GARIS, BIDANG)
- SIX STANDAR COLOUR (BIDANG)
- SIX STANDAR COLOUR ON TEXTURE
- SIX STANDAR COLOUR UNDER GLASS/ GLASSING.
- TINT COMPOSITION.
- SHADE COMPOSITION.
- ANALOGOUS COLOUR.
- TEXTURE SEMU.
Kamis, 10 nov 2011
- Desain = Elemen visual, variasi disain, prinsip disain, keterampilan.
- Diskors = kontras yang extrim.
- Dalam suatu unsur ada unsur utama, tapi ad ajuga unsur pendukung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar